
Pelayanan Kesehatan di Mangkunegaran pada Era K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VII
Masyarakat menyambut baik fasilitas kesehatan yang didirikan Mangkunegaran. Mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan pengobatan tradisional mulai mencari pengobatan modern.

Masyarakat menyambut baik fasilitas kesehatan yang didirikan Mangkunegaran. Mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan pengobatan tradisional mulai mencari pengobatan modern.

Seni pertunjukan Mangkunegaran merupakan titik pusat kehidupan budaya Jawa yang dilakukan dengan kehalusan dan kesempurnaan sehingga ketenarannya telah menyebar

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro VII (1916-1942) melakukan banyak modernisasi di Mangkunegaran. Dalam bidang seni, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro

Pada masa pemerintahan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro V (1881-1896) terjadi perubahan dalam seni pertunjukan di Mangkunegaran.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro IV (1853-1881) tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang cakap dan seorang ekonom

Mangkunegaran merupakan salah satu pusat pertumbuhan dan pengembangan kebudayaan Jawa. Sebagai penerus dinasti Mataram Islam, Mangkunegaran terus melestarikan berbagai

Saat kecil, Raden Mas Soerjo Soeparto tidak tinggal bersama kedua orang tuanya. Ia dibesarkan oleh pamannya, Raden Mas Suyitno,

Gusti Nurul tumbuh dengan banyak belajar. Saat berusia 6 tahun, ia masuk ke taman kanak-kanak bernama Pamardi Siwi, yang

Pada awalnya, pabrik ini merupakan milik pribadi, yang berarti K.G.P.A.A. Mangkoenagoro IV mengendalikan perkebunan tebu. Namun, seorang administrator bernama